Kamis, 17 Maret 2011

JALUR SUTRA DI CINA

Nama : Safitri
Npm : 0953010008
Progdi : Teknik Sipil

HISTORY JALUR SUTRA DI CINA
Jalur Sutra adalah sistem politik perdagangan darat yang diterapkan Khubilai Khan dari Mongol yang menjajah bangsa Cina untuk melakukan komuditas perdagangan melalui daerah-daerah kekuasaannya dari Cina ke Arab dan Eropa atau sebaliknya. Politik ini menafikan sistem politik perdagangan laut yang dikuasai Jawa sejak Ratu Sanjaya bahkan pada masa-masa sebelumnya. Sebenarnya sutra merupakan salah satu komuditas perdagangan pada masa lalu. Pada masa lalu barang-barang yang diperdagangkan selain sutra adalah rempah-rempah, porselin, mesiu, minyak kelapa, gula hitam, beras, asam, kapas, telur asin, kain tenun, kuda, kulit dll. Dari semua barang yang diperdagangkan, rempah-rempah merupakan barang dagangan terpenting dan paling dicari dibanding sutra. Karena rempah-rempah itulah maka bangsa Eropa ke Nusantara. Melalui jalur, sutra dikirimkan dari Cina ke kerajaan Roma kuno, para putri raja diberangkatkan melintasi padang pasir,  untuk dinikahkan demi memperkuat persekutuan, dan para bandit serta perompak menyerang dan menjarah para pedagang sepanjang waktu. Buku yang mengupas hampir 5000 tahun lembaran sejarah dan dilengkapi oleh foto, manuskrip, dan lukisan-lukisan, koleksi dari British Library dan museum-museum ternama dunia lainnya ini menghadirkan gambaran utuh tentang sejarah dan budaya di Jalur Sutra. Jalur Sutra terbagi menjadi jalur utara dan selatan begitu dia meluas dari pusat perdagangan Cina Utara dan Cina Selatan, rute utara melewati Bulgar-Kypchak ke Eropa Timur dan Semenanjung Crimea, dan dari sana menuju ke Laut Hitam, Laut Marmara, dan Balkan ke Venezia; rute selatan melewati Turkestan-Khorasan menuju Mesopotamia dan Anatolia, dan kemudian ke Antiokia di Selatan Anatolia menuju ke Laut Tengah atau melalui Levant ke Mesir dan Afrika Utara. Pada masa Mongol, sebagian besar daerah-daerah itu merupakan daerah jajahannya. Pertukaran ini sangat penting tak hanya untuk pengembangan kebudayaan Cina, India dan Roma namun juga merupakan dasar dari dunia modern. Istilah 'jalur sutra' pertama kali digunakan oleh geografer Jerman Ferdinand von Richthofen pada abad ke-19 karena komoditas perdagangan dari Cina yang banyak berupa sutra.
 



Tidak ada komentar: